SKRIPSI PIAUD
Peran Guru Dalam Membangun Sosial Emosional Anak Usia Dini Dengan Budaya Antri di RA Raudhotussibyan Hadirul Ulum Tasikrejo Ulujami Pemalang
Perkembangan sosial emosional anak usia dini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk budaya mengantri, yang mengajarkan kesabaran, penghormatan terhadap giliran, dan interaksi sosial positif. Namun, banyak anak masih saling mendahului saat mengantri, menunjukkan perlunya peran guru dalam membangun sosial emosional melalui budaya antri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, dan menemukan solusi efektif di RA Raudhotussibyan Hadirul Ulum Tasikrejo Ulujami Pemalang. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi, melibatkan guru dan siswa kelompok A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pendidik, model, fasilitator, motivator, dan evaluator. Tantangan yang dihadapi termasuk perilaku impulsif anak, kurangnya kesadaran tentang pentingnya antri, dan perbedaan karakteristik anak. Solusi yang diusulkan meliputi kegiatan menarik, kolaborasi dengan orang tua, penggunaan metode pengajaran interaktif, menciptakan lingkungan belajar inklusif, dan evaluasi berkala. Dengan pendekatan holistik dan kolaboratif, diharapkan anak-anak dapat belajar tentang budaya antri dan mengembangkan keterampilan sosial yang bermanfaat sepanjang hidup mereka.
| 25SK2524020.00 | SK PIAUD 25.020 LUL p | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain