SKRIPSI PAI
Manajemen Komunikasi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Akhlak Peserta Didik Di SMP Negeri 1 Sragi Kabupaten Pekalongan
Dalam membentuk akhlak peserta didik masih ditemukan problem yakni masih banyak guru di luar sana yang mengalami kesulitan dan belum mampu untuk menjalin hubungan baik dengan peserta didik, dikarenakan kurang adanya interaksi yang baik, termasuk dalam hal berkomunikasi yang kurang efektif. Kebanyakan guru masih kaku dan kurang bersahabat dengan peserta didiknya. Sehingga peserta didik kurang merespon dan mengimplementasikan nilai-nilai akhlak. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Untuk mendeskripsikan manajemen komunikasi guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk akhlak peserta didik di SMP Negeri 1 Sragi Kabupaten Pekalongan, (2) Untuk mendeskripsikan faktorfaktor yang menjadi pendukung dan penghambat komunikasi guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk akhlak peserta didik di SMP Negeri 1 Sragi Kabupaten Pekalongan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan yaitu kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara itu, informan dalam penelitian ini dipilih secara purposive yakni guru Pendidikan Agama Islam, perwakilah peserta didik dari kelas VI, VII, dan IX. Teknik keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber data dan trianggulasi teknik. Analisis data terdapat empat tahapan yaitu: Reduksi data, Penyajian data (Data display), Kesimpulan (verifikasi). Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwasannya dalam penerapan manajemen komunikasi guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk akhlak peserta didik melalui Pertama, tahapan (1) perencanaan manajemen komunikasi, guru melakukan pendekatan dengan peserta didik, menentukan pesan, menentukan metode, gaya berkomunikasi, menentukan media serta alat komunikasi. (2) Pengorganisasian manajemen komunikasi, guru membagi peran dengan peserta didik, membuat peraturan yang disepakati bersama, guru Pendidikan Agama Islam berkolaborasi dengan guru BK. (3) Pelaksanaan manajemen komunikasi dengan menggunakan bentuk komunikasi hubungan yakni komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok dan bentuk komunikasi berdasarkan cara penyampaiannya yakni komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. (4) Pengawasan manajemen komunikasi dengan cara melakukan observasi atau pengamatan. Kedua, faktor pendukung dalam manajemen komunikasi dalam membentuk akhlak pesera didik: kedekatan emosional, memotivasi peserta didik, penyampaian pesan dan pemahaman peserta didik serta lingkungan. Sedangkan, faktor penghambatnya meliputi kesadaran diri dan pemahaman peserta didik dan latar belakang keluarga peserta didik yang berbeda-beda.
| 25SK2521259.00 | SK PAI 25.259 SIT m | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain