SKRIPSI PAI
Upaya Guru PAI Dalam Mencegah Terjadinya Kasus LGBT Pada Remaja di SMA Negeri 1 Petarukan Kabupaten Pemalang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah pelaku LGBT di Indonesia yaitu 10-20 juta orang pada tahun 2012 – 2016. Fenomena ini berpotensi menjadi ancaman yang merusak, mengingat dampak negative jangka panjang yang ditimbulkan, serta secara tegas dilarang dalam ajaran agama Islam. Oleh karena itu, guru PAI di sekolah berperan dalam mengembangkan karakter dan akhlak anak siswa berdasarkan nilai-nilai Islam agar terhindar dari perilaku LGBT. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja upaya yang dilakukan guru PAI di SMAN 1 Petarukan dalam mencegah terjadinya kasus LGBT pada remaja dan bagaimana dampak yang terjadi pada remaja setlah dilakukan berbagai upaya pencegahan perilaku oleh guru PAI di sekolah. Penelitian ini dilakukan secara langsung di lapangan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam mengumpulkan data pada penulisan skripsi ini, peneliti menggunakan Teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk teknik analisis data yang digunakan peneliti yaitu kondensasi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi sumber, triangulasi waktu dan triangulasi teknik. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa, 1) Upaya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mencegah perilaku LGBT di kalangan remaja SMAN 1 Petarukan dilaksanakan melalui berbagai langkah strategis yang bersifat edukatif dan kolaboratif, dengan menjalankan peran sebagai fasilitator melalui kerja sama dengan komunitas SMILE Pemalang untuk menyelenggarakan penyuluhan mengenai bahaya LGBT, sebagai sumber belajar dan inovator yang mengintegrasikan pendidikan seks berbasis nilai agama dan budaya ke dalam pembelajaran, sebagai pendidik dan teladan dalam membina perkembangan jasmani dan rohani siswa melalui pembiasaan religius seperti sholat berjamaah dan tadarus Al-Qur’an,ِ serta sebagai pembimbing yang senantiasa mengarahkan siswa agar menjaga diri dari pengaruh pergaulan bebas. Keempat peran tersebut mencerminkan komitmen guru PAI dalam menciptakan sistem pendidikan yang responsif terhadap tantangan moral dan psikologis remaja. 2) Dampak dari pelaksanaan upaya tersebut menunjukkan hasil yang positif, di mana siswa menjadi lebih sadar akan bahaya perilaku menyimpang dan lebih berhati-hati dalam pergaulan. Dukungan lingkungan sekolah yang kondusif, seperti penerapan aturan berpakaian sopan dan ketiadaan simbol LGBT, turut memperkuat keberhasilan pencegahan ini. Namun demikian, mengingat bahwa materi kesehatan reproduksi dan seksual masih dianggap sensitif, diperlukan sinergi yang kuat antara guru, masyarakat, dan pihak berwenang untuk memastikan pendidikan ini dapat diterima secara kultural, serta mampu membentuk karakter siswa yang religius, bermoral, dan memiliki integritas yang kuat.
| 25SK2521251.00 | SK PAI 25.251 LIN u | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain