SKRIPSI HKI
Tinjauan Maqasid Syari'ah Terhadap Pemberian Izin Poligami Di Sebabkan Istri Sakit (Studi Putusan Nomor 513/Pdt.G/2022/PA.Btg)
skripsi ini ditunjukan untuk menjawab dua rumusan masalah , yaitu bagaimana pertimbangan hukum yang digunakan oleh Pengadilan Agama Batang dalam memberikan izin poligami disebabkan istri sakit pada Putusan Nomor 513/Pdt.G/2022/PA.Btg?, dam bagaimana tinjauan maqashid syari'ah terhadap pertimbangan izin poligami dalam kasus istri yang sakit berdasarkan Putusan PA Batang Nomor 513/Pdt.G/2022/PA.Btg? Penelitian ini merupakan penelitian yuridis-normatif menggunakan analisis putusan 513/Pdt.G/2022/PA.Btg sebagai studi utama, serta referensi hukum positif (UURI 1974, KHI), literatur maqāṣid, dan putusan sejenis. Teknik analisis bersifat kualitatif-deskriptif dengan model interaktif. Kemudian disusun secara sistematis untuk dianalisi mengunakan peraturan yang berlaku dengan pola pikir deduktif yakni mengunakan teori-teori secara umum sehingga nantinya dapat ditarik sebuah kesimpulan. Hasil penelitian ini bahwa Putusan 513/Pdt.G/2022/PA.Btg melalui pendekatan maqāṣid berhasil menyeimbangkan antara formalitas hukum dan kemaslahatan riil, khususnya dalam konteks penghormatan terhadap prinsip ḥifẓ al‑nasl, ḥifẓ al‑dīn, dan ḥifẓ al‑‘aql. Kendati demikian, hakim diharapkan menyusun petikan alasan yang lebih sistematis agar menjadi preseden jelas bagi kasus serupa. Pertimbangan hukum umum Majelis mengakui alasan sakit istri sebagai kondisi ketidakmampuan nyata menjalankan kewajiban (ḥajiyyah maqāṣid). Dokumen medis dan saksi dijadikan dasar pembuktian meski alasan ini tidak disebutkan secara eksplisit dalam undang-undang. Karena pelur dingat bahwa penyakit yang dialami termohon masih bisa disembuhkan dan bahkan suatu keadaan dharurat yang dapat dijadikan alasan berpoligami.
| 25SK2511064.00 | SK HKI 25.064 WAH t | My Library (Lantai 3, R. Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain