Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Universitas Islam Negeri

  • Beranda
  • Masuk
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Kesadaran Hukum Masyarakat Kecamatan Watukumpul Terhadap Batas Usia Perkawinan

SKRIPSI HKI

Kesadaran Hukum Masyarakat Kecamatan Watukumpul Terhadap Batas Usia Perkawinan

Silvi Amalia (1120024) - Nama Orang; Dr. H. Akhmad Jalaludin, M.A. - Nama Orang;

Penelitian ini berupaya untuk mengetahui bagaimana tingkat pemahaman dan kepatuhan masyarakat terhadap ketentuan usia minimal perkawinan, serta apa saja yang menjadi pendorong utama terjadinya pernikahan di bawah umur. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji lebih dalam kaitan antara kesadaran hukum masyarakat dengan keberhasilan penerapan regulasi tersebut di lapangan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan normatif empiris. Pendekatan ini digunakan untuk melihat sejauh mana aturan hukum mengenai usia perkawinan diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan pasangan yang menikah di bawah umur, tokoh masyarakat, lebe desa, serta petugas dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Watukumpul. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari berbagai sumber seperti dokumen hukum, buku, jurnal ilmiah, dan arsip yang relevan untuk mendukung analisis dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum masyarakat di Kecamatan Watukumpul masih beragam. Di Desa Watukumpul, masyarakat menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap aturan batas usia perkawinan, karena didukung oleh akses pendidikan yang memadai dan kondisi ekonomi yang lebih stabil. Sebaliknya, di Desa Tlagasana, kesadaran hukum relatif rendah, yang dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pendidikan, keterbatasan ekonomi, serta kuatnya budaya lokal yang masih menganggap pernikahan dini sebagai hal wajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penerapan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tidak hanya bergantung pada upaya sosialisasi hukum, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat.


Ketersediaan
25SK2511062.00SK HKI 25.062 SIL kMy Library (Lantai 3, R. Local Content)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SK HKI 25.062 SIL k
Penerbit
Pekalongan : Progam Studi S-1 Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan., 2025
Deskripsi Fisik
xxi, 85 hlm., 24 cm; Bibliografi: 70-74
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2X4.31
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Perkawinan Usia Dini
Kesadaran Hukum
Batas Usia Perkawinan
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Silvi Amalia (1120024)
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • E-Theses
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik