SKRIPSI HKI
Implementasi Hak Ex Officio Hakim Terhadap Perempuan Berhadapan Dengan Hukum Dalam Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama Pekalongan
PERMA No. 3 Tahun 2017 memberikan dampak bagi hakim dalam menyelesaikan perkara perceraian yang diajukan oleh perempuan diberikan hak ex officio. Hak ini diberikan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Agar hakim dapat berfungsi sebagai penjamin keadilan menyeluruh bagi perempuan (total justice), peraturan ini dibuat untuk melindungi perempuan dari ketidakadilan termasuk melindungi hak-haknya pasca terjadinya perceraian. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran hak ex officio hakim dalam mengadili perempuan berhadapan dengan hukum pada perkara perceraian dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan hak ex officio hakim di Pengadilan Agama Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data penelitian ini bersumber dari hasil wawancara dari hakim di Pengadilan Agama Pekalongan sebagai data primer. Sedangkan data sekunder mengambil dari inventarisasi bahan hukum, klasifikasi bahan hukum, dan sistematisasi bahan hukum.
| 25SK2511048.00 | SK HKI 25.048 MUH i | My Library (Lantai 3, R. Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain