SKRIPSI HKI
Makna Poligami Bagi Istri Sirri Di Kabupaten Pekalongan
Penelitian ini memfokuskan pada apa makna poligami bagi istri sirri di Kabupaten Pekalongan dan bagaimana akibat hukum dari praktik poligami sirri di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis dan metode kualitatif, yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Pekalongan, meliputi Kecamatan Wonopringgo, Kesesi, Karangdadap, Buaran dan Siwalan. Sumber data berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan lima istri sirri yang di poligami. Sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen hukum, jurnal, buku, tesis serta skripsi terdahulu yang diperoleh dengan teknik dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman dengan tahapan: data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclusion drawing/verivication (penarikan kesimpulan/verifikasi). Teori yang digunakan sebagai alat analisis adalah teori pemaknaan perilaku dan teori interaksionisme simbolik Herbert Mead. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna subjektif yang melandasi keputusan para istri sirri untuk tetap bertahan dalam relasi poligami sirri di Kabupaten Pekalongan. Fokus utama penelitian diarahkan pada bagaimana para istri memaknai aspek kenyamanan, kasih sayang dan keamanan, baik secara emosional maupun hukum, dalam kehidupan pernikahan yang tidak tercatat secara resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan para istri sirri untuk tetap berada dalam relasi ini bukan semata-mata karena kepatuhan terhadap norma agama atau budaya, melainkan merupakan hasil dari proses pemaknaan yang kompleks dan beragam.
| 25SK2511046.00 | SK HKI 25.046 EVA m | My Library (Lantai 3, R. Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain