Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Universitas Islam Negeri

  • Beranda
  • Masuk
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Pertimbangan Hukum Kepala KUA Terhadap Penetapan Wali Nikah Bagi Anak Hasil Pernikahan Sirri (Studi Kasus Di KUA Kabupaten Pekalongan)

SKRIPSI HKI

Pertimbangan Hukum Kepala KUA Terhadap Penetapan Wali Nikah Bagi Anak Hasil Pernikahan Sirri (Studi Kasus Di KUA Kabupaten Pekalongan)

Luluk Maghfiroh (1121014) - Nama Orang; Khafid Abadi, M.H.I. - Nama Orang;

Pernikahan sirri yang tidak tercatat oleh negara menimbulkan masalah hukum terkait status anak, waris, dan perwalian. Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Pekalongan menghadapi perbedaan dalam menetapkan wali nikah bagi anak hasil nikah sirri. Meskipun umumnya menggunakan wali hakim karena tidak ada hubungan perdata yang diakui, beberapa KUA mempertimbangkan penggunaan wali nasab jika keabsahan nikah sirri dapat dibuktikan, hal ini menjadi fokus penelitian tentang pertimbangan penetapan wali nikah bagi anak hasil nikah sirri dan implikasinya. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif untuk mengkaji pertimbangan KUA dalam penetapan wali nikah bagi anak hasil pernikahan sirri. Data dikumpulkan dari 6 KUA terpilih melalui wawancara dengan Kepala KUA, serta observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif mengikuti model Miles dan Huberman, meliputi penyajian, reduksi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu menunjukkan penetapan bervariasi dalam menentukan wali nikah bagi anak dari pernikahan sirri. Beberapa KUA (Bojong, Karanganyar, Kesesi) cenderung menggunakan wali hakim karena pernikahan tidak tercatat resmi, sesuai legal positivisme. Namun, KUA lain (Kajen, Buaran, Karangdadap) lebih fleksibel, bahkan dapat menerima wali nasab jika keabsahan agama terbukti, sejalan dengan teori keadilan dan realisme hukum. Perbedaan ini menciptakan implikasi beragam pada status nasab dan hak waris anak tanpa legalisasi pengadilan, anak sirri mungkin hanya memiliki nasab ibu dan kehilangan hak waris dari ayah biologis, meskipun secara agama nasab ayah diakui oleh beberapa KUA.


Ketersediaan
25SK2511035.00SK HKI 25.035 LUL pMy Library (Lantai 3, R. Local Content)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SK HKI 25.035 LUL p
Penerbit
Pekalongan : Progam Studi S-1 Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan., 2025
Deskripsi Fisik
xix, 121 hlm., 24 cm; Bibliografi: 108-111
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
346. 016
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Wali Nikah
Pertimbangan Hukum
Anak Hasil Pernikahan Sirri
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Luluk Maghfiroh (1121014)
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • E-Theses
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik