Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Universitas Islam Negeri

  • Beranda
  • Masuk
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Tinjauan Maqasid Syari'ah Terhadap Nikah Ulang Atas Pernikahan Sirri (Studi Di Kecamatan Karanganyar)

SKRIPSI HKI

Tinjauan Maqasid Syari'ah Terhadap Nikah Ulang Atas Pernikahan Sirri (Studi Di Kecamatan Karanganyar)

Rifqi Ardiansyah (1118161) - Nama Orang; Khafid Abadi, M.H.I. - Nama Orang;

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan masyarakat lebih memilih nikah ulang dibandingkan isbat nikah serta menilai praktik tersebut dari perspektif Maqāṣid Syarīʻah, khususnya dalam aspek ḥifẓ an-nasl (menjaga keturunan). Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-empiris dan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara kepada pelaku nikah ulang dan Kepala KUA Kecamatan Karanganyar, serta dokumentasi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan terhadap nikah ulang dilatarbelakangi oleh pertimbangan efisiensi, kemudahan akses, keterbatasan pengetahuan hukum, serta dorongan untuk memperoleh dokumen resmi seperti buku nikah dan akta kelahiran anak. Proses nikah ulang dianggap lebih cepat, mudah dan murah. Tindakan ini termasuk dalam tindakan sosial instrumental menurut Max Weber. Dari sudut pandang Maqāṣid Syarīʻah nikah ulang atas pernikahan sirri termasuk dalam kategori hajjiyat dan secara aspek hifz nasl, nikah ulang belum sepenuhnya menjamin kejelasan status hukum anak kareana tidak bersifat surut. Nikah ulang belum dapat menggantikan fungsi legalitas yang dimiliki oleh isbat nikah karena tidak memiliki kekuatan hukum surut terhadap pernikahan sebelumnya. Dengan demikian, isbat nikah lebih tepat untuk memenuhi prinsip Maqāṣid dalam kategori Daruriyyah karena memberikan perlindungan hukum secara menyeluruh. Dari temuan ini menunjukkan bahwa ada kesenjangan antara norma hukum positif dengan praktik sosial keagamaan di masyarakat. Maka dari itu, edukasi hukum yang berbasis maqāṣid sangat diperlukan untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dalam memperoleh legalitas yang sah secara agama dan Negara.


Ketersediaan
25SK2511030.00SK HKI 25.030 RIF tMy Library (Lantai 3, R. Local Content)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SK HKI 25.030 RIF t
Penerbit
Pekalongan : Progam Studi S-1 Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan., 2025
Deskripsi Fisik
xxi, 77 hlm., 24 cm; Bibliografi: 62-66
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2X4.31
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Pernikahan Sirri
Maqasid Syari'ah
Nikah Ulang
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Rifqi Ardiansyah (1118161)
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • E-Theses
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik