SKRIPSI HKI
Respon Takmir Masjid Dan Mushola Terkait Validasi Arah Kiblat Kota Pekalongan
Salah satu syarat sahnya shalat adalah menghadap arah kiblat. Tetapi takmir masjid dan musholah di Kota Pekalongan rata-rata menyerahkan kepercayaannya kepada tokoh agama dan yang tidak begitu menguasai ilmu falak menjadi alasan penolakan pelurusan arah kiblat. Disamping itu, Kementrian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan membuka jasa terkait pengukuran arah kiblat. Akan tetapi, masyarakat Kota Pekalongan pada umumnya belum mengetahui terkait penentuan arah kiblat yang dilakukan oleh Kemenag Kota Pekalongan. Sehingga, respon takmir dan masyarakat pun berbeda – beda mengenai penentuan arah kiblat ini, ada yang masih bertahan dengan pemahaman lama (tokoh masyarakat terdahulu) dan ada juga yang dapat menerima pemahaman baru terkait penentuan arah kiblat yang dilakukan oleh Kemenag Kota Pekalongan, NU (LFNU) maupun Muhammadiyah (Majelis Tarjih) jika diberi pengertian dan arahan yang baik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan sosiologis. Data-data penelitian diperoleh melalui wawancara, dan dokumentasi dengan sumber data narasumber, dan data jurnal, penelitian yang sudah ada maupun data-data yang menunjang penelitian ini dibentuk.
| 25SK2511028.00 | SK HKI 25.028 ABD r | My Library (Lantai 3, R. Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain