SKRIPSI HKI
Implementasi Undang-Undang No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak Terhadap Kasus Kekerasan Di Kabupaten Pemalang Dalam Perspektif Maqashid As-Syari'ah
Fenomena kekerasan terhadap anak di Kabupaten Pemalang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Meskipun telah terdapat Undang-Undang Perlindungan Anak, realisasi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah: (1) Bagaimana implementasi dan nilai manfaat Undang-Undang Perlindungan Anak dalam mengurangi angka kekerasan terhadap anak di Kabupaten Pemalang; dan (2) Bagaimana keselarasan implementasi Undang Undang tersebut jika ditinjau dari perspektif Maqashid As-Syari’ah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Undang Undang Perlindungan Anak di Kabupaten Pemalang belum efektif dalam menekan angka kekerasan anak. Hambatan utama terletak pada lemahnya komunikasi, keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran, serta belum ada pengimplementasian kebijakan dengan nilai-nilai lokal. Dalam perspektif Maqashid As-Syari’ah, pelaksanaan perlindungan anak belum sepenuhnya memenuhi prinsip-prinsip Hifzh an-Nafs (jiwa), Hifzh an-Nasl (keturunan), Hifzh al-‘Aql (akal), Hifzh ad-Din (agama), dan Hifzh al-Mal (harta). Oleh karena itu, diperlukan integrasi pendekatan maqashid dalam program perlindungan anak yang lebih edukatif, partisipatif, dan kontekstual dengan budaya masyarakat setempat.
| 25SK2511027.00 | SK HKI 25.027 ULF i | My Library (Lantai 3, R. Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain