SKRIPSI PAI
Penilaian Afektif Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VI Di SD Islam 03 Kota Pekalongan
Latar belakang dari penelitian ini adalah masih adanya perilaku negatif yang ditunjukkan oleh peserta didik kelas VI seperti bolos, perkelahian, dan penggunaan bahasa kasar, menunjukkan bahwa sikap dan nilai-nilai keagamaan belum sepenuhnya terinternalisasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan penilaian afektif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berdasarkan Kurikulum Merdeka di kelas VI SD Islam 03 Kota Pekalongan. Oleh karena itu, penerapan penilaian afektif menjadi solusi penting. Melalui penilaian afektif, guru dapat memantau, menilai, dan membimbing perkembangan sikap serta nilai siswa secara lebih sistematis dan berkelanjutan. Dengan demikian, penilaian afektif berperan sebagai alat bantu dalam proses internalisasi nilai keagamaan melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam, sesuai dengan tujuan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian afektif dilaksanakan secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui berbagai metode, seperti observasi langsung, penilaian diri, penilaian teman sebaya, serta jurnal guru. Guru tidak hanya menilai aspek kognitif, tetapi juga memantau perkembangan karakter siswa secara autentik dan personal. Penerapan penilaian afektif dalam Kurikulum Merdeka pada pembelajaran PAI terbukti efektif dalam membentuk karakter siswa yang religius, bertanggung jawab, disiplin, dan peduli terhadap sesama.
| 25SK2521173.00 | SK PAI 25.173 ISF p | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain