SKRIPSI PAI
Implementasi Metode Think Talk Write Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Wonopringgo
Kemampuan berpikir kritis peserta didik merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran abad 21 yang perlu dikembangkan melalui strategi pembelajaran yang tepat. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode Think Talk Write (TTW) yang menekankan pada proses berpikir individu, diskusi dengan teman, dan menuliskan hasil pemikiran secara sistematis. Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 1 Wonopringgo, masih cenderung berpusat pada guru, sehingga perlu adanya inovasi metode untuk meningkatkan partisipasi aktif dan daya pikir peserta didik. Penelitian ini mendeskripsikan tentang tiga rumusan masalah yang meliputi: (1) Bagaimana implementasi Metode TTW sebagai upaya peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Wonopringgo, (2) Bagaimana hasil implementasi metode TTW sebagai upaya peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Wonopringgo, (3) Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi metode Think Talk Write sebagai upaya peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Wonopringgo. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain exploratory sequential, di mana data kualitatif dikumpulkan dan dianalisis terlebih dahulu untuk menggali pemahaman mendalam, kemudian hasilnya digunakan untuk mengembangkan instrumen kuantitatif yang diuji di lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, kuesioner, dan dokumentasi sebagai data pendukung. Data kualitatif dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana, sedangkan data kuantitatif dianalisis secara deskriptif melalui skor dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Metode TTW telah diimplementasikan secara tidak langsung dalam pembelajaran PAI melalui tahap berpikir, berdiskusi, dan menulis; (2) Implementasi metode TTW berhasil meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, khususnya dalam hal inferensi, analisis, dan regulasi diri; (3) Implementasi metode TTW dalam pembelajaran PAI didukung oleh pengetahuan dan keberanian peserta didik, kreativitas guru, serta peran keluarga. Kendala yang dihadapi meliputi rendahnya kepercayaan diri, keterbatasan waktu, budaya belajar pasif, dan minimnya pembinaan spiritual, namun dapat diatasi melalui strategi adaptif guru.
| 25SK2521171.00 | SK PAI 25.171 RIS i | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain