SKRIPSI PAI
Implementasi Pendidikan Entrepreneurship Dalam Membentuk Kemandirian dan Sikap Tanggung Jawab Santri di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadien Bojong
Fenomena meningkatnya tantangan dunia kerja dan lemahnya kesiapan mental generasi muda mendorong pentingnya pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek keilmuan, tetapi juga membentuk karakter kemandirian dan tanggung jawab. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut melalui pembelajaran dan praktik kehidupan nyata. Namun, belum banyak penelitian yang mengkaji secara mendalam bagaimana implementasi pendidikan entrepreneurship di pondok pesantren dapat membentuk kemandirian dan tanggung jawab santri secara nyata. Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadien Bojong, merupakan salah satu pesantren yang secara bertahap menerapkan pendidikan entrepreneurship sebagai sarana membentuk karakter santri. Dalam penelitian ini mencakup bagaimana implementasi pendidikan entrepreneurship di pesantren, bagaimana bentuk kemandirian dan tanggung jawab yang terbentuk dari proses tersebut, serta apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi pendidikan entrepreneurship, menganalisis pengaruhnya terhadap pembentukan karakter santri, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pengasuh pondok, pengelola unit usaha, dan santri aktif yang terlibat dalam kegiatan kewirausahaan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan entrepreneurship di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin telah diterapkan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terstruktur. Program ini efektif membentuk kemandirian, tanggung jawab, dan rasa percaya diri santri. Faktor pendukung meliputi motivasi internal, dukungan pengasuh dan pengelola, serta fasilitas yang memadai. Adapun hambatannya mencakup manajemen waktu, kurangnya kesadaran individu, serta tantangan eksternal seperti persaingan usaha dan cuaca. Pendidikan ini dinilai layak menjadi model pendidikan karakter berbasis praktik bagi pesantren lainnya.
| 25SK2521162.00 | SK PAI 25.162 AHM i | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain