SKRIPSI PAI
Upaya Pembinaan Karakter Religius Siswa Yang Bermasalah Melalui Penguatan Pembiasaan Budaya Sekolah di SMK Islamiyah Sapugarut Buaran Kabupaten Pekalongan
Karakter religius menjadi salah satu aspek penting dalam pendidikan, khususnya dalam membentuk kepribadian siswa agar memiliki akhlak yang baik dan mampu menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan seharihari. Namun, kenyataannya masih terdapat sejumlah siswa yang menunjukkan perilaku menyimpang seperti membolos atau tidak hadir tanpa keterangan, serta terlibat dalam perilaku menyimpang lainnya, seperti mengonsumsi minuman beralkohol dan tawuran. Oleh karena itu, diperlukan adanya pembinaan khusus bagi siswa yang bermasalah, salah satunya dengan melalui penguatan pembiasaan budaya sekolah. Pembiasaan budaya sekolah memang merupakan rutinitas yang dilakukan oleh seluruh siswa, namun, pembiasaan budaya sekolah juga dapat digunakan sebagai media pembinaan khusus bagi siswa yang bermasalah, dengan pendampingan khusus yang lebih intensif, dan diawasi oleh guru dan pihak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Upaya pembinaan karakter religius siswa yang bermasalah melalui penguatan pembiasaan budaya sekolah di SMK Islamiyah Sapugarut. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sumber data primer yaitu Waka Kesiswaan dan Guru BK SMK Islamiyah Sapugarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, pembinaan dilaksanakan karena terdapat siswa yang bermasalah, seperti membolos atau tidak hadir tanpa keterangan sebanyak lima kali bahkan lebih, mengonsumsi minuman keras dan terlibat dalam tindakan kekerasan, seperti tawuran. Dalam proses pembinaannya melalui penguatan pembiasaan budaya sekolah, tujuannya adalah untuk menanamkan nilai-nilai religius secara mendalam, membentuk kesadaran diri, serta menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab dan berakhlak mulia. Kedua, siswa yang telah mengikuti pembinaan menunjukkan adanya perubahan sikap yang lebih baik dalam aspek kedisiplinan, adab sopan santun, dan tanggung jawab. Meskipun tidak semua siswa mengalami perubahan. Ketiga, adapun faktor pendukung pembinaan yaitu, dukungan orang tua dan dukungan dari seluruh guru di SMK Islamiyah Sapugarut. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu kurangnya kesadaran siswa untuk memperbaiki diri serta bertanggung jawab atas apa yang mereka perbuat, dan beberapa orang tua tidak terima jika anaknya mengikuti pembinaan karena mereka terlalu memanjakan anaknya.
| 25SK2521155.00 | SK PAI 25.155 PUT u | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain