SKRIPSI AKSYA
Pengaruh Kompetensi Aparatur, Kualitas Sistem Informasi Akutansi,Aksebilitas Laporan Keuangan Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Dengan Pengendalian Internal Sebagai Variabel Moderasi ( Studi Pada OPD Kota Pekalongan)
Latar belakang penelitian ini menyoroti pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah, terutama di Kota Pekalongan. Dalam konteks otonomi daerah, pemerintah daerah diharuskan untuk melaksanakan akuntabilitas kinerja melalui Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), yang bertujuan untuk menetapkan target, mengukur pencapaian, dan menyajikan laporan performa lembaga pemerintahan. Hasil dari implementasi SAKIP diwujudkan dalam dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), yang menjadi bentuk pelaporan resmi akuntabilitas lembaga pemerintah. Fenomena yang dihadapi adalah bahwa meskipun Kota Pekalongan telah berupaya meningkatkan nilai SAKIP, tantangan tetap ada dalam hal kompetensi aparatur, kualitas sistem informasi akuntansi, dan aksesibilitas laporan keuangan. Pengendalian internal juga berperan penting dalam memastikan akuntabilitas, namun saat ini belum sepenuhnya efektif dalam memoderasi pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kompetensi aparatur, kualitas sistem informasi akuntansi, dan aksebilitas laporan keuangan terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan, serta peran pengendalian internal dalam konteks tersebut.. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif, melibatkan 50 responden yang terdiri dari kepala penatausahaan keuangan dan staf akuntansi di berbagai OPD. Penelitian ini menggunakan metode analisis data uji regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi aparatur dan aksebilitas laporan keuangan berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Sedangkan, kualitas sistem informasi akuntansi tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Lalu, variabel pengendalian internal tidak mampu memoderasi ketiga variabel independen.
| 25SK2543096.00 | SK AKSYA 25.096 BUR p | My Library (Lantai.3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain