SKRIPSI IAT
Penafsiran Inklusif Faqihuddin Abdulkodir Dalam Bidang Rumah Tangga
Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia masih menghadapi ketidaksetaraan gender, terutama dalam konteks rumah tangga. Budaya patriarki yang kuat memengaruhi interpretasi teks-teks agama, memperkuat posisi subordinat perempuan dalam keluarga. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan peningkatan angka perceraian sebesar 53% dari 2017 hingga 2021, dengan mayoritas kasus diajukan oleh istri, mencerminkan ketidakpuasan dalam hubungan rumah tangga. Penelitian ini mengkaji penafsiran inklusif Faqihuddin Abdul Kodir melalui konsep mubadalah untuk menciptakan relasi yang adil dan setara dalam rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep rumah tangga dalam perspektif mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir dan mengkaji pemikirannya terkait penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis tentang relasi suami-istri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research). Data primer diperoleh dari buku Qira'ah Mubadalah karya Faqihuddin Abdul Kodir, sedangkan data sekunder berasal dari Al-Qur'an, hadis, dan literatur terkait.
| 25SK2531017.00 | SK IAT 25.017 NOV p | My Library (Lantai 3, R. Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain