TESIS HKI
Ketahanan Keluarga Warga Binaan (Studi Komparatif Warga Binaan Laki-Laki Dengan Warga Binaan Perempuan di Rutan Pekalongan)
Froma Walsh menekankan bahwa ketahanan keluarga bukanlah sekadar kemampuan untuk bertahan dalam kondisi sulit, tetapi juga kapasitas untuk berkembang dan mengatasi krisis dengan kekuatan yang baru. Salah satu krisis yang dapat terjadi yaitu salah satu anggota keluarga dipidana dan menjadi warga binaan pemasyarakatan. Beberapa penelitian telah mengkaji fenomena ini, namun belum ada yang membandingkan tentang ketahanan keluarga yang dimiliki warga binaan laki-laki dengan ketahanan keluarga yang dimiliki warga binaan perempuan. Penelitian ini memiliki maksud mengisi gap tersebut dengan meneliti warga binaan yang dipidana di Rutan Pekalongan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana Ketahanan Keluarga Warga Binaan Laki-Laki di Rutan Pekalongan? 2)Bagaimana Ketahanan Keluarga Warga Binaan Perempuan di Rutan Pekalongan? 3) Bagaimana perbandingan antara Ketahanan Keluarga Warga Binaan Laki-Laki dengan Warga Binaan Perempuan di Rutan Pekalongan? Jenis penelitian ini adalah field research yang menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Pemilihan responden dan informan menggunakan purposive sampling untuk memastikan relevansi data. Teknik analisis yang digunkan meliputi pengumpulan, reduksi dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketahanan keluarga warga binaan laki-laki lebih baik dibandingkan ketahanan keluarga warga binaan Perempuan. Hal ini ditunjang oleh data diperoleh bahwa lebih banyak kasus gugatan perceraian yang diajukan istri warga binaan kepada suaminya yang mendekam di penjara.
| 25TS2551016.00 | TS P.HKI 25.016 ERR k | My Library (Lantai 3, R. Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain