TESIS HKI
Tipologi Respon Mantan Istri Terhadap Tidak Terlaksananya Pemenuhan Nafkah Anak Oleh Mantan Suami (Studi Di Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan)
Tujuan penelitian yaitu merumuskan dan mendiskripsikan tipologi respon mantan istri atas tidak terlaksananya pemenuhan nafkah anak oleh mantan suami, serta menganalisis implikasi tidak terlaksananya pemenuhan nafkah anak oleh mantan suami di Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini berjenis penelitian lapangan (field reseach), bersifat deskriptif-kualitatif. Penelitian ini menemukan respons tersebut dapat diklasifikasikan dalam 5 kelompok: tipologi berusaha menanggung nafkah sendiri, tipologi menunggu perubahan dari mantan suami, tipologi menuntut nafkah dengan mediasi, tipologi proaktif menuntut nafkah melalui jalur hukum, tipologi mengabaikan nafkah dan fokus pada kesejahteraan emosional anak. Kedua, respons mantan istri terhadap tidak terlaksananya nafkah anak pasca perceraian memiliki dampak emosional, sosial, dan ekonomi. Kemandirian finansial bisa menambah tekanan, sementara bergantung pada mantan suami sering kali membawa ketidakpastian. Mediasi menawarkan solusi damai, sedangkan jalur hukum memberi kepastian tetapi berisiko menambah ketegangan. Fokus pada emosional anak mempererat hubungan, namun tanpa dukungan finansial, kesejahteraan anak bisa terancam. Keseimbangan aspek emosional dan finansial penting untuk mendukung perkembangan anak secara optimal. Berbagai tipologi yang dijumpai itu memunculkan implikasi terhadap pengaruh tumbuh dan kembngnya anak dari berbagai aspek (baik dari sisi fisik, emosional, maupun sosial) serta baik buruknya hubungan antara pihak-pihak keluarga yang bermasalah baik dari aspek pendidikan, budaya maupun hukum dan lain sebagainya.
| 25TS2551009.00 | TS P.HKI 25.009 NAI t | My Library (Lantai 3, R. Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain