TESIS HKI
Marital Rape: Perspektif Aktivis Perempuan Aisyiyah Dan Muslimat NU Di Surabaya
Penelitian ini mengkaji perspektif aktivis perempuan Aisyiyah dan Muslimat NU di Surabaya terhadap fenomena marital rape dan kritik mereka terhadap konsep tersebut dalam hukum positif Indonesia. Menggunakan pendekatan Deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi pustaka, penelitian ini melibatkan enam tokoh kunci dari kedua organisasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivis kedua organisasi memiliki perspektif yang komprehensif namun berbeda dalam penekanannya. Aisyiyah menekankan kesetaraan dalam hubungan suami-istri melalui konsep mu'asyarah bil ma'ruf dan hunna libasullakum, sementara Muslimat NU menghadirkan interpretasi progresif terhadap konsep qawwamun yang memandang kepemimpinan suami sebagai tanggung jawab perlindungan. Kedua organisasi mengidentifikasi kelemahan dalam kerangka hukum positif Indonesia terkait penanganan marital rape. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis komparatif pendekatan kedua organisasi, eksplorasi program konkret penanganan kasus, formulasi model berbasis agama yang mengintegrasikan nilai Islam dengan HAM, dan penyusunan batasan marital rape yang kontekstual. Penelitian ini merekomendasikan reformasi hukum responsif gender, penguatan kelembagaan perlindungan korban, dan pendekatan sosio-kultural terintegrasi dalam penanganan marital rape di Indonesia.
| 25TS2551007.00 | TS P.HKI 25.007 ACH m | My Library (Lantai 3, R. Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain