SKRIPSI PAI
Implementasi Penanaman Akhlak Santri Melalui Pembelajaran Kitab Washiyatu Musthafa Di Pondok Pesantren Ittihadus Syafi'Iyah Desa Rowolaku Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan
Fenomena dekadensi moral yang terjadi di kalangan generasi muda, terutama generasi Z dan Alpha, menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan. Meningkatnya kasus kekerasan, perilaku tidak sopan, dan lemahnya kesadaran beragama merupakan dampak dari lemahnya pendidikan karakter serta pengaruh negatif media sosial. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memegang peran strategis dalam membina akhlak santri. Salah satu pesantren yang konsisten dalam membentuk akhlak santri adalah Pondok Pesantren Ittihadus Syafi’iyah Desa Rowolaku, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan yang menggunakan Kitab Washiyatul Musthafa sebagai media penanaman nilainilai akhlakul karimah. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup bagaimana implementasi penanaman akhlak santri melalui pembelajaran Kitab Washiyatul Musthafa, dan bagaimana gambaran perkembangan akhlak santri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran kitab sebagai media penanaman akhlak, dan menjelaskan bagaimana perubahan sikap santri di Pondok Pesantren Ittihadus Syafi’iyah Desa Rowolaku, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian terdiri dari pengasuh, ustadz, pengurus, dan santri Pondok Pesantren Ittihadus Syafi’iyah. Data yang terkumpul dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi sebagai upaya keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kitab Washiyatul Musthafa dalam penanaman akhlak santri berjalan secara efektif melalui metode pembiasaan, nasehat, pengawasan, dan keteladanan. Faktor pendukung keberhasilan meliputi lingkungan pesantren yang religius, peran aktif pengasuh, dan dukungan keluarga. Sementara itu, hambatan utama berasal dari kurangnya kedisiplinan sebagian santri dan pengaruh media sosial. Kesimpulannya, pembelajaran kitab ini mampu membentuk akhlak santri secara signifikan, menciptakan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik, dan dapat dijadikan model pendidikan akhlak di lembaga lain.
| 25SK2521106.00 | SK PAI 25.106 KHA i | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain