SKRIPSI PAI
Implementasi Pendidikan Islam Berbasis Segregasi Gender Di MAS Simbang Kulon Pekalongan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberkarapa faktor yakni pentingnya pendidikan dalam membentuk generasi yang berkualitas, problematika yang terjadi di masyarakat khususnya di kalangan pelajar salah satunya degradasi moral, dan menunjukan keberhasilan penerapan kebijakan implementasi pendidikan Islam berbasis segregasi gender yang diterapkan MAS Simbang Kulon sebagai upaya untuk meminimalisir perilaku degradasi moral yang terjadi di kalanan pelajar. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana implementasi pendidikan Islam berbasis segregasi gender di MAS Simbang Kulon Pekalongan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi implementasi pendidikan Islam berbasis segregasi gender di MAS Simbang Kulon yang harapannya dapat dimanfaatkan sebagai referensi untuk studi sesuai dengan penelitian ini dan mendorong lembaga pendidikan dalam membentuk peserta didik yang berkarakter religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai sumber data. Subjek utama penelitian ini adalah kepala madrasah, guru, siswa, dan alumni. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di MAS Simbang Kulon, perencanaan pendidikan Islam berbasis segregasi gender di MAS Simbang Kulon ialah karena lembaga tersebut dibentuk oleh para tokoh masyrakat setempat yang pada saat itu hanyalah lembaga pendidikan non formal (madin). Namun, dengan seiring berjalannya waktu dan bertambahnya peserta didik dan usulan dari masyarakat setempat untuk membentuk Yayasan lembaga pendidikan formal yang pada saat ini dinamai Yayasan Simbang Kulon. Pelaksanaan pendidikan Islam berbasis segregasi gender di MAS Simbang Kulon, mengunakan kurikulum Nasional yang berada dinaungan kementrian Agama dan kaitannya dengan pengelolaan pembelajaran di kelas, MAS Simbang Kulon menerapkan pendekatan pendidikan satu jenis kelamin (Single Sex Education) secara menyeluruh, di mana seluruh aspek kegiatan pendidikan dipisahkan antara peserta didik laki-laki dan perempuan, baik dalam proses belajar mengajar di kelas maupun dalam aktivitas non-akademik seperti ekstrakurikuler. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulan implementasi pendidikan Islam berbasis segregasi gender merupakan langkah yang cukup efektif untuk mengontrol pergaulan bebas pada remaja khususnya kalangan pelajar.
| 25SK2521104.00 | SK PAI 25.104 FAH i | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain