SKRIPSI PAI
Implementasi Pembelajaran Mengaji Kitab Kuning Berbasis Media Sosial Dalam Meningkatkan Pemahaman Santri Pondok Pesantren At-Thoiriyah Watusalam Kabupaten Pekalongan
Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan pesantren. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan media sosial seperti WhatsApp, Telegram, dan YouTube sebagai sarana mengaji kitab kuning Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan cara peng implementasian kitab kuning dengan memanfaakan sosial media dan hasil dari Pemahaman santri dan mengidentifikasi peran pengasuh, pengelola dan pengurus dalam meningkatkan pemahaman terhadap santri di pondok pesantren At-Thohiriah Desa Watusalam Kecamatan Buara Kabupaten Pekalongan. Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan cara wawancara, observasi, dan, dokumentasi. Subjek penelitian yaitu santri, pengasuh, pengelola dan pengurus. Data penelitian dianalisis dengan teknik model Miles & Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran mengaji kitab kuning berbasis media sosial di pondok pesantren at-thohiriyah yaitu dengan cara pengasuh dan asatid membua voice note atau vidio pembelajaran yang akan dikirim ke grup whatsapp yang sudah disediakan oleh pondok pesantren. Selain itu mengaji berbasis sosial media memiliki beberapa kelebihan, antara lain fleksibilitas dalam pembelajaran, peningkatan akses terhadap materi ajar, serta arsip materi yang dapat diakses kapan saja. Penggunaan media sosial juga memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi santri, mengurangi kejenuhan, dan meningkatkan keterampilan digital mereka. Namun, terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan program ini, seperti keterbatasan pemahaman santri terhadap teknologi, kendala jaringan internet, serta potensi penyalahgunaan media sosial untuk aktivitas di luar pembelajaran. Meskipun demikian, faktor pendukung seperti dukungan pengasuh pondok, kesiapan asatidz dalam beradaptasi dengan teknologi, serta motivasi santri dalam mengembangkan kemampuan mengaji turut membantu kelancaran proses pembelajaran. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi media sosial dalam pembelajaran kitab kuning dapat menjadi alternatif yang efektif jika didukung dengan pengawasan yang baik serta penguatan literasi digital bagi santri dan pengajar.
| 25SK2521099.00 | SK PAI 25.099 AYD i | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain