SKRIPSI AKSYA
Preventive Detection System Pada Kecurangan Laporan Keuangan Dengan Pendekatan Hexagon Fraud Analysis (Studi Empiris Pada Perusahaan BUMN yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2024)
Kasus kecurangan atas penyalahgunaan laporan keuangan perusahaan menjadi salah satu masalah yang cukup serius. Setiap perusahaan pastinya memiliki potensi munculnya kasus kecurangan atas penyalahgunaan laporan keuangan perusahaan. Kasus kecurangan yang menarik penelitian ini yaitu fenomena kasus dugaan kecurangan laporan keuangan dari PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Kasus ini menjadi daftar panjang kecurangan yang terjadi pada perusahaan lingkup BUMN. Dalam perspektif Islam kecurangan merupakan salah satu perbuatan yang tercela dan dilarang karena dapat menimbulkan kemudharatan. Tujuan atas penelitian ini yaitu untuk menguji kembali terkait potensi munculnya kecurangan laporan keuangan menggunakan F-Score Model. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif menggunakan data sekunder. Metode yang diadopsi penelitian ini menggunakan pendekatan asosiatif dengan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan yaitu sebanyak 14 perusahaan selama kurun waktu 6 tahun dengan total jumlah sampel yang diteliti sebanyak 84 sampel. Penelitian ini menggunakan metode analisis dengan alat bantu SPSS. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa hanya variabe financial target dan nature of industry yang berpengaruh secara positif, sedangkan variabel direction change, nature of industry, CEO’s picture, dan kinerja pasar tidak berpengaruh terhadap potensi munculnya kecurangan laporan keuangan. Secara simultan fraud hexagon berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Sehingga berdasarkan penelitian ini variabel financial target dan nature of industry dapat digunakan sebagai preventive detection system pada kecurangan laporan keuangan.
| 25SK2543061.00 | SK AKSYA 25.061 QOR p | My Library (Lantai.3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain