SKRIPSI PIAUD
Pelaksanaan Program PMT-AS (Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah) Dalam Pemenuhan Gizi Seimbang Di Paud Mohhaz Proyonaggan Utara Kabupaten Batang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh presentase sangat kurus+kurus yang terjadi pada anak sekolah berumur 5-12 tahun berdasarkan IMT/U pada tingkat nasional presentase sangat kurus mencapai 3,4% sedangkan presentase kurus mencapai 7,5%. Maka makanan yang bergizi seimbang sangat berpengaruh pada tumbuh kembang serta kesehatan anak. PMT-AS ialah cara yang dapat dilakukan untuk mengupayakan tidak berlangsungnya kekurangan gizi pada anak sekolah. Program Pemberian Makanan Tambahan pada Anak Sekolah ini, baik dilakukan di Pendidikan Anak Usia Dini karena semakin awal pengenalan terhadap makanan bergizi pada anak akan efektif untuk mengubah pola makan yang bergizi seimbang pada anak. Di PAUD Mohhaz sendiri pola makan pada anak belum sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Dilihat dari terdapat anak yang tidak suka makan nasi, berbagai menu masakan yang dimasak dengan banyak bumbu, dan juga terdapat anak yang selalu mengkonsumsi makanan instan. Maka dari itu dengan melaksanakan program PMT-AS yaitu program yang diluncurkan pemerintah oleh Kementerian Pendidikan Nasional, diharapkan mampu mengubah pola makan anak menjadi pola makan yang sesuai dengan pemenuhan gizi seimbang. Karena dengan pemenuhan gizi nya akan berpengaruh pada pertumbuhan dan juga kesehatannya kelak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan Program PMT-AS dalam pemenuhan gizi seimbang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam tahap pendahuluan adalah observasi, wawancara, serta dokumentasi. Sedangkan instrumen pengumpulan datanya berupa pedoman wawancara, observasi dan pedoman dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan implementasinya dilakukan setiap hari Sabtu dengan melibatkan peran orang tua. Menu dalam program ini terdapat karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang sesuai dengan kebutuhan anak. Faktor pendukung dalam pelaksanaan program ini ialah terdapat kesadaran orang tua akan pentingnya pemenuhan gizi anak dan juga terdapat sinergi antara orang tua dan pihak sekolah. Sedangkan faktor penghambatnya ialah kurangnya minat anak terhadap berbagai menu makanan tambahan yang ada. Dampak dari program ini yaitu terdapat perubahan pola makan anak, terdapat perubahan terhadap pertumbuhan anak, dan juga tumbuhnya kesadaran orang tua akan pentingnya pola makan anak.
| 25SK2524011.00 | SK PIAUD 25.011 NIK p | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain