SKRIPSI PIAUD
Strategi Guru Dalam Mengembangkan Kemampuan Berbahasa Anak Yang Speech Delay Di Paud Teddy Bear Kota Pekalongan
Ke.te.rlambatan bahasa (spe.e.ch de.lay) me.rupakan suatu gangguan perkembangan bahasa anak yang mempengaruhi kemampuan berbahasa anak seiring bertambahnya usia. Anak dengan keterlambatan bahasa mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pikiran dan berkomunikasi secara verbal. Keterlambatan bahasa merupakan masalah umum yang terjadi pada anak-anak. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa anak berisiko mengalami keterlambatan perkembangan bahasa dan kesulitan dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, guru di PAUD memilki peran strategis dalam memberikan intervensi pendidikan melalui strategi pembelajaran dan stimulus yang mendukung perkembangan bahasa anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan oleg guru di PAUD Teddy Bear Kota Pekalongan dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak yang mengalami speech delay, dan mengetahui secara detail bentuk stimulus yang diterapakan guru untuk mendukung perkembangan bahasa anak. Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek didalam penelitain yaitu kepala sekolah, dan guru kelas. Data penelitian dianalisis dengan teknik model Miles & Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Berdasarkan didalam data observasi dan wawancara dapat disimpulkan hasil penelitian yaitu strategi komunikasi yang dilakukan guru, dan stimulus oromotor. Strategi komunikasi yang dilakukan oleh guru yang berupa metode mengucapkan kalimat sederhana, guru mengajarkan kosakata dan kalimat pendek yang mudah dipahami anak. Media kartu gambar dimana guru menggunakan kartu bergambar hewan, buah, dan benda untuk membantu anak mengenali dan mengucapkan nama-nama objek. Strategi stimulus oromotor yaitu stimulasi sensorik yang dapat digunakan untuk mengurangi hipersensitivitas oral, meningkatkan gerak dan otot-otot pada proses menghisap, serta mengaktifkan refleks yang memfasilitasi proses menghisap. Dengan stimulus oromotor ini guru melakukan message pada bagian rongga mulut.
| 25SK2524007.00 | SK PIAUD 25.007 NAI s | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain