SKRIPSI EKOS
Dampak Revitalisasi Pasar Tradisional Terhadap Tingkat Kesejahteraan Pedagang (Studi Kasus Pasar Tanjung Kec.Tirto Kab.Pekalongan)
Pembangunan ekonomi adalah upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di suatu daerah. Pemerintah Kabupaten Pekalongan melakukan revitalisasi Pasar Tanjung dengan harapan pasar ini dapat berkembang menjadi pusat perekonomian. Namun, tidak semua pembangunan menghasilkan dampak yang sesuai dengan harapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab penurunan jumlah pengunjung pasca revitalisasi serta dampak revitalisasi pasar terhadap tingkat kesejahteraan pedagang Pasar Tanjung. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian lapangan (Field Research) yang menggunakan pendekatan kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk memastikan keakuratan data, penelitian ini menerapkan teknik triangulasi metode dan sumber. Proses analisis data meliputi tiga tahapan utama, yaitu reduksi data dengan menyaring dan menyederhanakan informasi yang diperoleh, penyajian data dalam bentuk yang lebih terstruktur, serta penarikan kesimpulan berdasarkan temuan yang ada. Adapun pihak-pihak yang menjadi informan dalam penelitian ini meliputi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pekalongan, pedagang Pasar Tanjung, serta pembeli yang bertransaksi di pasar Tanjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan jumlah pengunjung di Pasar Tanjung dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu munculnya Pasar Bodren yang berlokasi lebih strategis dan berdekatan, keterbatasan lokasi Pasar Tanjung yang terletak di dalam gang, kondisi akses jalan Pasar Tanjung yang rusak, serta menurunnya jumlah pedagang dan variasi barang dagangan yang menjadikan berkurangnya daya tarik pasar. Dampak revitalisasi pasar dalam aspek kesejahteraan material dapat meningkatkan kualitas pasar menjadi lebih baik dari kondisi fisik, tetapi justru menurunkan pendapatan para pedagang. Walaupun mengalami penurunan pendapatan, para pedagang masih tetap mempertahankan nilai moral dan spiritual. Aspek kesejahteraan moral para pedagang dari sikap menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keadilan, kepedulian sosial, serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku dalam menjalankan aktivitas perdagangan. Di sisi lain, dari aspek kesejahteraan spiritual para pedagang masih tetap melestarikan tradisi ziarah ke makam wali serta melaksanakan kegiatan mengaji pada setiap hari Jum’at Kliwon.
| 25SK2541035.00 | SK EKOS 25.035 MUH d | My Library (Lantai.3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain