SKRIPSI EKOS
Pengaruh NPF dan CAR Terhadap Profitabilitas Dengan Inflasi Sebagai Variabel Moderasi Pada Bank BNI Syariah Tahun 2018-2020
Sejak tahun 1992, terjadi perkembangan yang cukup signifikan pada perekonomian Islam di Indonesia yang di indikasikan dengan semakin banyaknya lembaga keuangan syariah, khususnya bidang perbankan syariah. Secara efisien dan efektifitas lembaga keuangan Bank Syariah dapat berjalan lancar dan optimal sebab kinerjanya memiliki integritas yang dapat ditempuh dengan langkah melakukan analisis profitabilitas. Dalam permasalahan memperoleh laba dapat mengundang munculnya risiko yang tinggi pada pihak Bank sebagai penyalur dana, Risiko pembiayaan disebut dengan Non Performing Finance (NPF), dan keberadaannya dapat memberikan pengaruh terhadap profitabilitas bank. Tidak hanya NPF ada juga rasio lain yang menggambarkan kesehatan keuangan bank yaitu Capital Adequacy Ratio (CAR). CAR merupakan rasio kecukupan modal yang menunjukan kemampuan bank dalam menyediakan kecukupan dana. Keberadaan Bank sebagai lembaga perantara sangat rentan terhadap beragam risiko, seperti risiko dari kemunculan inflasi yang berkaitan dengan mobilitas dananya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, sumber data diambil dari data sekunder yaitu hasil Laporan keuangan Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Dalam penelitian adapun bentuk empiris berupa pengujian hipotesis dengan metode kausalitas yaitu dengan mengadakan pengukuran untuk mencari tahu pengaruh dari variabel-variabel independen dengan variabel dependen serta variabel moderasi. Variabel independennya yaitu Non Performing Financing (X1) dan Capital Adequacy Ratio (X2) dan variabel moderasinya merupakan inflasi (Z) sedangkan dependennya yaitu profitabilitas (Y). Dan dari pemaparan tersebut maka penelitian ini dapat digolongkan sebagaipenelitian asosiatif yang mana dalampenelitian menggunakan dua variabel atau lebih. Hasil penelitian (1) Non performing financingberpengaruh positif terhadap return on assets (ROA). Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai signifikan sebesarr 0,348 > 0,05. (2) Capital adequacy ratio berpengaruh positif terhadap return on assets (ROA). Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,730 > 0,05. (3) Hasil pengujian regresi diketahui bahwa inflasi tidak berpengaruh terhadap return on assetsdengan tingkat signifikan sebesar 0,078> 0,05. Pada hasil pengujian moderasi dengan menggunakan pendekatan nilai selisih mutlak diketahui bahwa variabel inflasi tidak memoderasihubungan antara non performing financing dan return on assets. Hal ini dapat dilihat nilai signifikansisebesar 0,969 > 0,05. Berarti bahwa Bank BNI Syariah yang memiliki non performing financing atau tingkat pembiaayaan bermasalah yang kecil. (4) Hasil pengujian regresi diketahui bahwa infasi tidak berpengaruh terhadap return on assetsdengan tingkat signifikan sebesar -0,467 >0,05. Pada hasil pengujian moderasi dengan menggunakan pendekatan nilai selisih mutlak diketahui bahwa varibel inflasi tidak dapat memoderasi hubungan antara capital adequacy ratio dan return on assets. Hal ini dapat dilihat nilai sigfinikansi sebesar -0,039 > 0,05.
| 25SK2541022.00 | SK EKOS 25.022 ANG p | My Library (Lantai.3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain