SKRIPSI PAI
Pembentukan Karakter Dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Melauli Ekstrakulikuler Pramuka Di SMA Negeri 1 Petarukan Pemalang
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) disusun guna menekankan pada standar kompetensi lulusan di semua jenjang satuan pendidikan dalam konteks penanaman karakter sesuai dengan nilai-nilai yang ada pada Pancasila. Dalam Pembentukan karakter tidak hanya dilakukan di dalam proses belajar mengajar saja akan tetapi dilakukan juga diluar jam pelajaran yaitu ekstrakulikuler pramuka. Kegiatan Pramuka satu alteratif kegiatan pendidikan karakter yang terintegrasi dengan nilai-nilai yang sesuai dengan agama, pancasila, dan juga karakter bangsa. SMA Negeri 1 Petarukan Pemalang melalui ekstrakulikuler Pramuka siswa dibentuk untuk dapat memiliki karakter yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan ekstrakulikuler pramuka di SMA Negeri 1 Petarukan Pemalang, mendeskripsikan pembentukan karakter dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui ekstrakulikuler pramuka di SMA Negeri 1 Petarukan Pemalang, dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam pembentukan karakter dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui ekstrakulikuler pramuka di SMA Negeri 1 Petarukan Pemalang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi di SMA Negeri 1 Petarukan Pemalang. Partisipan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru pembina pramuka dan siswa anggota pramuka kelas X, XI dan XII. Hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan kegiatan rutin ektrakulikuler pramuka terbagi atas beberapa tahapan yaitu apel pembuka, pengecekan adat, materi dan apel penutup. Pembentukan karakter P5 melalui kegiatan dan materi dengan disesuaikan dengan karakter yang dibentuk diantaranya do’a, dikumandangkan adzan, adat istiadat, tali temali, pionering dan juga kemandirian dalam persiapan kegiatan. Faktor pendukung dalam pembentukan karakter meliputi kepala sekolah, sarana praarana, guru dan anggota pramuka. Faktor penghambat meliputi dukungan sekolah dan semangat anggota pramuka kelas X. Solusinya gotong royong antar anggota dengan pembina dan pemberian sanksi bagi yang tidak memenuhi absen kegiatan pramuka.
| 25SK2521042.00 | SK PAI 25.042 LIN p | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain