SKRIPSI AKSYA
Analisis Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, dan Ukuran PerusahaanTerhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) pada Perusahaan Sektor Healtcare yang Terdaftar di BEI Tahun 2019-2023
Corporate Social Responsibility (CSR) telah menjadi isu penting dalam bisnis modern, mencerminkan tanggung jawab perusahaan terhadap dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi dari kegiatan mereka. Menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), persentase perusahaan yang menerbitkan laporan keberlanjutan, termasuk CSR, meningkat dari sekitar 46% pada 2017 menjadi lebih dari 70% pada 2021. Selain itu, indeks ESG (Environmental, Social, and Governance) yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) juga meningkat dari 65,7% pada tahun 2019 menjadi 72,3% pada tahun 2022, menunjukkan peningkatan perhatian perusahaan terhadap tata kelola yang baik, termasuk pengungkapan CSR. Pengungkapan CSR berfungsi untuk memperbaiki citra perusahaan, meningkatkan kepercayaan publik, dan mengurangi risiko reputasi. Faktor-faktor seperti kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap pengungkapan CSR, karena manajer dan investor cenderung mendorong transparansi dan keberlanjutan untuk memperkuat reputasi perusahaan dan meningkatkan nilai investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan CSR di perusahaan sektor healthcare yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2019-2023. . Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sebanyak 34 perusahaan, yang kemudian dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 12 perusahaan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan software IBM SPSS untuk menguji pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan CSR pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2023. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan CSR, sementara kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap pengungkapan CSR. Selain itu, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan ukuran perusahaan secara simultan berpengaruh terhadap pengungkapan CSR.
| 25SK2543026.00 | SK AKSYA 25.026 ISZ a | My Library (Lantai.3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain