SKRIPSI PGMI
Implementasi Model Collaborative Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Kelas III Di MI Walisongo Karangdowo 01 Kabupaten Pekalongan
Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya keterampilan sosial siswa dalam pembelajaran, seperti kurangnya interaksi antar teman, kerjasama dan komunikasi. Keterampilan sosial sangat penting karena manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Salah satu langkah untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa dengan menggunakan model pembelajaran yang variatif salah satunya model Collaborative Learning. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) Bagaimana perencanaan model Collaborative Learning untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas III di MI Walisongo Karangdowo 01 (2) Bagaimana pelaksanaan model Collaborative Learning untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas III di MI Walisongo Karangdowo 01 (3) Bagaimana evaluasi model Collaborative Learning untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas III di MI Walisongo Karangdowo 01 Pekalongan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi model Collaborative Learning di MI Walisongo Karangdowo 01 dilakukan melalui 3 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. (1) Tahap perencanaan, model Collaborative Learning yang digunakan yaitu Teams Group Tournament (TGT) yang diterapkan pada muatan pelajaran tematik tentang ciri-ciri makhluk hidup. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal, guru membuat RPP dan alat peraga. (2) Tahap pelaksanaan, langkah-langkah yang diterapkan sudah sesuai dengan sintaks model kolaboratif tipe TGT. Indikator keterampilan sosial siswa yang ditingkatkan oleh guru melalui model kolaboratif yaitu interaksi siswa dengan guru dan teman, kerjasama, dan komunikasi. (3) Tahap evaluasi, model kolaboratif terdapat kelebihan dan kekurangan. Kelebihan meliputi peningkatan keterampilan sosial siswa, pembelajaran menyenangkan dan siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Sementara itu, kekurangan meliputi pengawasan yang ekstra dari guru dan penggunaan alat peraga yang monoton dapat menyebabkan kebosanan siswa.
| 25SK2523042.00 | SK PGMI 25.042 IRK i | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain