SKRIPSI HKI
Pandangan Masyarakat Tentang Afiliasi Ke-NU-An Sebagai Salah Satu Kriteria Kafa'ah (Studi Kasus Di Desa Balareksa Kec. Karangmoncol Kab.Purbalingga)
Islam menekankan pentingnya memilih pasangan yang tepat agar rumah tangga tetap harmonis dan langgeng, salah satunya melalui konsep kafa’ah atau kesesuaian. Dalam Islam agama menjadi kriteria utama seperti yang dianjurkan Rosulullah Saw. selain harta, paras, dan keturunanya. Namun di desa Baleraksa memiliki kriteria lain selain agama, kriteria ini didasari norma sosial yang berperan dalam menentukan pemilihan pasangan. Tradisi setempat membatasi pernikahan dengan pasangan di luar Nahdlatul Ulama (NU) dan hanya menerima pernikahan yang memiliki afiliasi ke-NU-an, demi menjaga keselarasan nilai agama dan budaya. Meski bertujuan memperkuat ikatan komunitas dan mencegah konflik, kebijakan ini juga menimbulkan tantangan tersendiri dalam praktiknya. Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi peneliti berkaitan dengan kafaah konsep kafaah yang terjadi di desa Baleraksa. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan sosiologis. Sumber data berupa primer yang diperoleh dari masyarakat desa Baleraksa. adapun data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen penunjang dari literatur yang berhubungan dengan judul penelitian.
| 25SK2511019.00 | SK HKI 25.019 DAW p | My Library (Lantai 3, R. Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain