SKRIPSI TADRIS MATEMATIKA
Hasil Belajar Siswa Pada Materi Geometri Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Etnomatematika Makanan Tradisional Pemalang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa dan pemahaman konsep matematika siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika di SMP Negeri 2 Ampelgading, ditemukan bahwa siswa cenderung kurang tertarik dan mengeluh materi matematika bersifat abstrak dan sulit dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas pembelajaran model pembelajaran Problem Based Learning berbasis etnomatematika makanan khas tradisional Pemalang dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi geometri. Penelitian ini didesain dalam bentuk pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, wawancara, dokumentasi, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Adapun subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX D SMP Negeri 2 Ampelgading. Sampel sebanyak 6 orang diambil dari perwakilan kategori tinggi, sedang, rendah masingmasing 2 orang. Objek penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada materi geometri yang diperoleh melalui model pembelajaran Problem Based Learning berbasis etnomatematika makanan tradisional Pemalang. Hasil dari penelitian menunjukan : (1) Implementasi model pembelajaran Problem Based Learning berbasis etnomatematika pada materi bangun ruang di kelas IX SMP Negeri 2 Ampelgading memberikan dampak positif terhadap pemahaman konsep geometri, minat dan motivasi belajar siswa. siswa. Hasil angket menunjukkan bahwa tingkat respons dan minat siswa terhadap pembelajaran telah memenuhi kriteria positif, dengan mayoritas pertanyaan memperoleh respons lebih dari 75%. (2) Hasil belajar siswa pada materi bangun ruang setelah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbasis etnomatematika di kelas IX D SMP Negeri 2 Ampelgading terbukti mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan tidak hanya terlihat dari nilai tetapi juga pemahaman konsep dan cara siswa dalam menyelesaikan soal dengan lebih sistematis dan ketelitian dalam perhitungan. Baik indikator afektif yang mencakup sikap, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, maupun indikator kognitif, yang meliputi pemahaman konsep dan kemampuan mengimplementasikan prinsip matematika dalam penyelesaian masalah berhasil mengalami peningkatan setelah pelaksanaan pembelajaran.
| 25SK2526018.00 | SK TM 25.018 LUL h | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain