SKRIPSI PGMI
Implementasi Pendekatan Berbasis Aktivitas Dalam Mengembangkan Pemahaman Berbagai Siswa Di SD Islam VII Panjang Wetan Kota Pekalongan
Seorang guru mengajar masih dengan secara teoritis, hal itulah yang dirasakan dalam realitas sekarang ini masih ada siswa yang belum bisa memahami lebih mendalam terkait pembelajaran yang disampaikan oleh guru tersebut. Padahal, untuk benar-benar memahami dan menerapkan teori ini, diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan praktis. Keterlibatan aktif ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan berbagi sejak dini. Penelitian ini dilaksanakan di SD Islam VII Panjang Wetan Kota Pekalongan tepatnya di Jl. Wr. Supratman Panjang Wetan Kota Pekalongan yang menjadi sasaran pada guru pengampu, kepala sekolah, dan siswa antara kelas 1-6. Penelitian ini bertujuan : (1) untuk menganalisis implementasi pendekatan berbasis aktivitas untuk mengembangkan pemahaman berbagi siswa di sd Islam VII Panjang Wetan Kota Pekalongan (2) untuk menganalisis kendala guru dalam mengembangkan materi tersebut dengan pendekatan pembelajaran aktivitas di sekolah dasar Islam VII Panjang Wetan Kota Pekalongan. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan, yang dimana bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam penerapan pendekatan berbasis aktivitas dalam mengembangkan pemahaman berbagi pada siswa, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh guru selama pelaksanaan pendekatan tersebut. Hasil Penelitian dan Pembahasan ini menunjukan bahwa (1)Pendekatan berbasis aktivitas telah diterapkan secara sistematis melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi serta guru pengampu berhasil merancang aktivitas (seperti permainan kelompok, diskusi, simulasi peran) yang tidak hanya mengintegrasikan aspek akademik tetapi juga nilai-nilai sosial dan keagamaan, sehingga mendekatkan siswa dengan konsep berbagi secara langsung.Melalui aktivitas di dalam dan luar kelas, siswa menunjukkan pengembangan partisipasi dan pemahaman terhadap nilai berbagi. Serta sesi refleksi dan evaluasi memungkinkan guru mengukur sejauh mana siswa telah menginternalisasi nilai empati dan kepedulian sosial. (2) Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pendekatan berbasis aktivitas untuk pemahaman berbagi meliputi kondisi ekonomi yang berbeda menjadikan guru harus mampu memunculkan rasa empati siswa agar pemahaman tentang berbagi dapat terlaksana dengan baik. Selain itu, perlu adanya keterlibatan semua guru dalam mengembangkan pemahaman tentang berbagi. Maka dari itu, kendala yang terjadi pada guru saat pelaksanaan pembelajaran dapat disimpulkan yaitu kendala sumber daya dan waktu, kendala pelatihan dan kesiapan guru, kendala sarana dan prasarana, tantangan komunikasi dan partisipasi, serta variasi kemampuan siswa yang berbeda.
| 25SK2523015.00 | SK PGMI 25.015 MUH i | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain