SKRIPSI KPI
Eksistensi Seni Rebana Dengan Syair Jawa Sebagai Media Dakwah Rifa’iyah (Studi Kasus Grup Rebana Badur Bopas Di Desa Paesan, Kedungwuni Pekalongan)
Bentuk dakwah ini banyak dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya lewat jalur seni. Grup rebana Badur Bopas didirikan oleh para tokoh pemuka agama dengan tujuan untuk melestarikan alat musik tradisional Islam yang mulai tergerus oleh zaman. Mereka mengkombinasikan alat musik terbang dan jidur untuk menciptakan suara yang unik dan menarik. Syair-syair yang dibawakan oleh Badur Bopas diambil dari kitab-kitab karya KH. Ahmad Rifa'i yang berbahasa Jawa, berisikan nasehat dan tuntunan rukun dan syarat sah dalam peribadatan. Badur Bopas tidak hanya bertujuan untuk melestarikan alat musik tradisional Islam, tetapi juga untuk menciptakan inovasi baru untuk menarik minat generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi yang digunakan oleh Badur Bopas dalam menjaga eksistensinya dalam dakwah melalui media seni. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam penyusunan skripsi ini adalah wawancara dan observasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles & Huberman yang meliputi: reduksi data, penyajian data, penarik kesimpulan dan verifikasi. Selanjutnya peneliti melakukan uji keabsahan data. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa Badur Bopas menggunakan empat strategi untuk menjaga eksistensinya dalam berdakwah, yaitu tampil di acara-acara keagamaan dan social, program latihan rutin, mengikuti rangkaian simthudduror keliling dan pembentukan kaset dan digitalisasi. Kelemahan dari penelitian ini adalah kurangnya mendapatkan informasi terkait strategi dakwah organisasi Rifa’iyah, yang disebabkan karena narasumber yang sulit diwawancarai dalam memberikan informasi
| 25SK2534025.00 | SK KPI 25.025 INT e | My Library (Lantai 3, R. Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain