Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Universitas Islam Negeri

  • Beranda
  • Masuk
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Tradisi Ijab Kabul Dengan Menggunakan Bahasa Arab Di Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan

SKRIPSI HKI

Tradisi Ijab Kabul Dengan Menggunakan Bahasa Arab Di Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan

Elok Hidayah (1120014) - Nama Orang; Achmad Umardani, M.Sy - Nama Orang;

Nikah dianggap sah dalam Islam apabila memenuhi serangkaian ketentuan yang terdiri dari rukun dan syarat. Sebaliknya, nikah dianggap batal jika salah satu syarat atau rukunnya tidak lengkap atau tidak terpenuhi. Rukun-rukun nikah meliputi: mempelai laki-laki, mempelai perempuan, wali, 2 saksi laki-laki, dan sighat ijab kabul. Diantara kelima rukun tersebut, yang paling esensial adalah adanya sighat ijab kabul. Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) tidak mengatur mengenai bahasa yang harus digunakan dalam proses akad nikah. Keempat imam mazhab sepakat bahwa akad menggunakan bahasa selain Arab adalah sah jika individu tersebut tidak mampu berbahasa Arab. Namun, perbedaan pendapat muncul ketika individu tersebut mampu berbahasa Arab. Mazhab Hanafi, Maliki, dan Hambali menganggapnya sah, sementara mazhab Syafii dan juga Ibnu Qudamah menganggapnya tidak sah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan Buaran menggunakan bahasa Arab dalam akad nikah dan implikasi hukum. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris atau sosial-legal, di mana data diperoleh langsung dari masyarakat sebagai sumber primer, dilakukan melalui studi lapangan yang melibatkan wawancara dan observasi. Sedangkan pendekatannya menggunakan pendekatan kualitatif yang berfokus pada pengamatan objek alami di mana peneliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi ijab kabul menggunakan bahasa Arab di Kecamatan Buaran sudah termasuk unsur dari tradisi karena sudah menjadi kebiasaan dan berlangsung berulang-ulang dari generasi ke generasi. Tradisi tersebut sudah ada sejak dulu. Alasan masyarakat Buaran menggunakan bahasa Arab dalam ijab kabulnya baik umumnya mengikuti tradisi dan kebiasaan.


Ketersediaan
24SK2411075.00SK HKI 24.075 ELO tMy Library (Lantai 3, R. Local Content)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SK HKI 24.075 ELO t
Penerbit
Pekalongan : Program Studi S-1 Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan., 2024
Deskripsi Fisik
xviii, 89 hlm., 24 cm; Bibliografi: 90-96
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2X4.312
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Bahasa Arab
Tradisi
ijab kabul
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Elok Hidayah (1120014)
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • E-Theses
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik