Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Universitas Islam Negeri

  • Beranda
  • Masuk
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Penafsiran Hukum Oleh Hakim Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 87/PUU-XXI/2022

SKRIPSI HTN

Penafsiran Hukum Oleh Hakim Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 87/PUU-XXI/2022

Zainul Mutaqin (1517022) - Nama Orang; Dr. Achmad Muchsin, S.H.I, M.Hum - Nama Orang;

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia memutus perkara nomor 87/PUU-XX/2022 mengenai pengujian materiil Pasal 240 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Penafsiran Hakim dalam putusan tersebut menarik diteliti karena terdapat pembatasan hak untuk dipilih atau hak politik bagi mantan terpidana yang akan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Hal ini dinilai tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 28D Ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa “setiap orang berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan”. Penelitian hukum ini merupakan penelitian hukum normatif. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan perundang-undangan , pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembatasan hak politik mantan terpidana dalam pencalonan anggota legislatif bertentangan dengan Pasal 28D Ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 jika diberlakukan pembatasan secara permanen, kemudian dalam memutus perkara Nomor 87/PUU-XX/2022 Hakim menggunakan pendekatan originalism dengan metode penafsiran sistematis, namun seyogyanya pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan non-originalism dengan metode penafsiran teleologis. Adapun akibat hukum dari penafsiran sisitematis yaitu adanya persyaratan limitatif bagi mantan terpidana yang ingin mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Sementara akibat hukum dari penafsiran teleologis yaitu tidak adanya persyaratan yang membatasi hak politik mantan terpidana dalam pencalonan legislatif.


Ketersediaan
24SK2413054.00SK HTN 24.054 ZAI pMy Library (Lantai 3. Local Content)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SK HTN 24.054 ZAI p
Penerbit
Pekalongan : Program Studi S-1 Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan., 2024
Deskripsi Fisik
xiii, 66 hlm, 24 cm; Bibliografi: 67-72
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
323.5
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Pemilu
Hak Politik
Penafsiran Hukum
putusan mahkamah konstitusi
Mantan Narapidana
Anggota Legislatif
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Zainul Mutaqin (1517022)
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Etheses
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik