Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Universitas Islam Negeri

  • Beranda
  • Masuk
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Seni di Arab Saudi & Indonesia: Sejarah dan Perkembangan Kontemporer

e-BOOK

Seni di Arab Saudi & Indonesia: Sejarah dan Perkembangan Kontemporer

Sumanto Al Qurtuby - Nama Orang; Ngatawi Al-Zastrouw - Nama Orang; Nurman Hakim - Nama Orang; Dhianita Kusuma Pertiwi - Nama Orang; Ida Ayu Laksmita Sari - Nama Orang; Linda Mayasari - Nama Orang;

Jika di Arab Saudi, masyarakat sedang bergairah menyambut (kembali) kehadiran dunia kesenian lokal dan budaya tradisional yang cukup lama “mati suri”, di Indonesia ada tren yang cukup berbeda belakangan ini di mana apresiasi publik terhadap dunia kesenian lokal cenderung menurun. Kenapa beberapa tahun terakhir ini Arab Saudi mengapreasiasi budaya tradisional dan kesenian lokal dan bahkan gencar mempromosikan di tingkat internasional sementara tren di Indonesia justru sebaliknya? Yang saya amati, salah satu faktor mendasar adalah
perubahan persepsi dan perilaku keagamaan. Sudah cukup lama Arab Saudi, karena pengaruh ideologi “Shawaisme” (ideologi hibrida akibat perkawinan silang antara Wahabisme dan Qutubisme), mengadopsi corak Islam militan-konservatif yang tidak ramah dengan dunia kesenian karena dianggap tidak syari, tidak islami, berlawanan dengan aqidah Islam, dan seterusnya. Tapi kini Arab Saudi mengadopsi dan mempromosikan keislaman yang bercorak moderat (wasatiyyah) yang cenderung ramah dengan budaya tradisional dan kesenian lokal. Dampaknya, tidak ada atau nyaris tidak terdengar lagi suara-suara sumbang yang mengafirkan, mengsyirikkan, atau membidahkan, prakti-
praktik kesenian lokal. Fenomena ini sangat kontras dengan apa yang terjadi di Indonesia dewasa ini yang ditandai dengan maraknya pengafiran, pengsyirikan, dan pembidahan aneka ragam produk dan karya seni lokal seperti wayang, gamelan, arca, tayub, dlsb atas nama akidah Islam atau pemurnian ajaran dan syariat Islam yang mereka yakini dan pedomani.
Meskipun agama menjadi faktor yang penting tetapi tentu saja bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan maraknya apresiasi atas kesenian lokal di Arab Saudi atau merosotnya apreasiasi terhadap seni-budaya lokal di Indonesia. Sejumlah faktor lain juga turut mempengaruhi.


Ketersediaan
081709WebsiteTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
709
Penerbit
Semarang : Lembaga Studi dan AdvokasiMasyarakat(ELSAM)., 2022
Deskripsi Fisik
x, 336 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-5447-00-1
Klasifikasi
709
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 1
Subjek
Seni
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Sumanto Al Qurtuby
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Seni di Arab Saudi & Indonesia: Sejarah dan Perkembangan Kontemporer
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik