Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Universitas Islam Negeri

  • Beranda
  • Masuk
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Korupsi Perspektif Filsafat Etika Aristoteles

e-BOOK

Korupsi Perspektif Filsafat Etika Aristoteles

TRI ASTUTIK HARYATI - Nama Orang; Amat Zuhri - Nama Orang; Miftahul Ula - Nama Orang;

Korupsi merupakan fenomena universal yang dapat ditemukan di berbagai kebudayaan dan masa termasuk di Indonesia. Kata “korupsi” sendiri menjadi kata yang sangat populer di Indonesia pascareformasi. Popularitas kata tersebut tidak muncul dari ruang hampa, melainkan suatu kenyataan yang hidup, tumbuh subur dan semakin berkembang di segala aspek kehidupan. Bahkan secara faktual, korupsi di Indonesia tidak hanya mengakar dalam kultur dan struktur birokrasi pemerintahan saja, melainkan sudah menjadi fenomena multi dimensional yang telah menggerogoti sendi-sendi kehidupan nasional. Apapun makna dan bentuk korupsi, implisit di dalamnya adalah persoalan moral yang terdapat dalam diri manusia yang mengalami deviasi. Sehingga tidak sematamata terkait dengan hukum atau ekonomi saja. Muatan moral ini menjadi semakin jelas ketika unsur kesengajaan dalam penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang tersebut ditonjolkan. Sehingga unsur manusia sebagai pelaku yang berkesadaran menduduki posisi sentral. Moralitas merupakan suatu dimensi nyata dalam kehidupan setiap manusia secara individual maupun secara sosial. Di sinilah filsafat moral (etika) menemukan momen yang tepat untuk memotret fenomena korupsi yang dilakukan oleh manusia, di mana dalam penelitian ini menggunakan filsafat moral (etika) Aristoteles. Etika Aristoteles bertujuan menjadikan manusia sebagai “manusia utama” melalui rasionya agar bisa mencapai tujuan tertinggi dalam kehidupan “eudaimonia”. Prosesnya melalui "intelektualisme etis” yakni menjadikan pengetahuan bukan semata-mata teoritis, melainkan pengetahuan “yang baik” yang bersifat “eksistensial”. Pengetahuan eksistensial adalah bangunan karakter yang bisa dilakukan melalui pendidikan.


Ketersediaan
028170RepositoryTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
170
Penerbit
Pekalongan : STAIN Pekalongan Press., 2015
Deskripsi Fisik
vi + 154 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-3968-80-3
Klasifikasi
170
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 1
Subjek
Etika Filsafat
Korupsi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Tri Astutik Haryati
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Korupsi Perspektif Filsafat Etika Aristoteles
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik